Twitter Ancam Pengguna Sebar Hoaks Soal Covid-19

Terpopuler

Twitter menyatakan akan menerapkan peringatan pada cuitan yang berisi
misinformasi atau informasi menyesatkan tentang vaksin COVID-19, sekaliagus menegakkan ketentuan yang bisa membuat pengguna dilarang secara permanen karena pelanggaran berulang.

Kepala Kebijakan Publik Twitter Inggris Raya, Katy Minshall, mengatakan bahwa pihaknya menyadari peran perusahaan dalam memberikan informasi kesehatan yang kredibel kepada masyakat luas.

“Kami terus bekerja dengan otoritas kesehatan di seluruh dunia-termasuk (layanan kesehatan Inggris) untuk memastikan akses visibilitas yang tinggi ke informasi kesehatan masyarakat yang terpercaya dan akurat pada layanan kami, termasuk tentang vaksin COVID-19,” kata dia
dikutip dari Reuters, Selasa.

“Hari ini kami melakukan label kepada cuitan yang mungkin berisi informasi menyesatkan tentang vaksin COVID-19, selain upaya berkelanjutan kami untuk menghapus informasi menyesatkan COVID-19 yang paling berbahaya dari layanan,” sambung Katy

Twitter mulai mempromosikan informasi mengenai kesehatan masyarakat sebelum COVID-19 dinyatakan sebagai pandemi global. Hal tersebut juga bertujuan untuk menghapus konten yang terbukti salah atau menyesatkan tentang virus berbahaya itu.

Sejak memperkenalkan panduan mengenai COVID-19, mereka mengatakan telah menghapus lebih 8.400 cuitan dan menegur 11,5 juta akun.

Dia mengatakan pendekatan dibangun di atas pengoperasian yang sudah ada untuk menjaga dari klaim palsu tentang keamanan dan keefektifan inokulasi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkini