Wow! Masker Bisa Jadi Tren Kosmetik di 2021

Terpopuler

Pelaku usaha hingga pegiat kecantikan mengungkapkan tren kosmetik yang digandrungi masyarakat Indonesia tahun ini. Menurut Paragon Group Head Counsumer Market Insight, penggunaa masker sebagai hal yang wajib dipakai selama pandemic mengubah tren tata ris di masyarakat.

Penggunaan masker membuat orang-orang hanya bisa memperlihatkan bagian hidung ke atas saat ke luar rumah, itulah mengapa riasan mata jadi focus saat ini.

Riasan mata, seperti eyeshadow, eyeliner, mascara, dan eyebrow menjadi sangat penting di masa ini, demikian menurut Paragon yang menaungi brand-brand kosmetik dan personal care seperti Wardah, Make Over, Emina dan Kahf.

Pemengaruh kecantikan Affi Assegaf mengamini hal tersebut. Dia berpendapat, orang-orang kini focus mendandani bagian yang tidak tertutup oleh masker, yakni riasan mata.

“Oleh karena itu, banyak orang yang sekarang membeli produk riasan mata maskara, eyeliner dan pemulas mata untuk mengekspresikan diri lewat dandanan di tengah keterbatasan pandemic,” kata Affi.

Bukan berarti kosmetik lain seperti lipstick jadi kehilangan pesona. Jenis lipstick jadi kehilangan pesona. Jenis lipstik yang disukai belakang ini adalah lipstik matte yang transferproof, tidak menempel ke permukaan masker, Menurut Paragon, tren tersebut masih akan tetap digemari tahun ini.

Direktur Utama PT Martina Berto Tbk (MBTO) Bryan Tilaar mengatakan, konsumi untuk produk tata rias jauh berkurang selama pendemi karena setengah wajah tertutupi masker ketika ke luar rumah. Lain halnya dengan produk perawatan kulit, perawatan tubuh dan perawatan rambut.

“Dibandingan tata rias, ketiga kategori ini lebih propektif di masa depan selama pandemi,” ungkap Bryan.

Barada di rumah dalam waktu lama membuat orang relatif punya lebih banyak waktu untuk memperhatikan kesehatan diri, termasuk soal kulit. Affi berpendapat, produk perawatan kulit akan masih mendominasi tahun ini, khususnya yang menggabungkan kandungan natural dengan zat aktif skin care yang terbukti bagus untuk kulit.

“Misalnya, satu produk mengandung retinol tapia da juga ekstrak gree tea, itu dimintai pencinta beauty karena bisa dapat manfaat keduanya,” kata Affi.

Dia menambahkan, sebuah kebanggaan bagi masyarakat Indonesia karena kini sudah banyak jenama local yang mempraktikkan tren tersebut, memadukan kandungan alami dengan bahan aktif dalam skin care yang terbukti ampuh.

Melatih kandungan tren dalam produk kecantik di mancanegara, Affi mengatakan sebetulan sebetulnya tumbuh-tumbuhan tersebut juga ada di Indonesia, bahkan dipakai meski lewat cara tradisional.

Dia mencontohkan moringan alias daun kelor yang mulai banyak dilirik oleh brand-brand luar negeri sebagai kandungan dalam produk mereka. Sehingga, sangat memungkinkan untuk bisa membuat produk-produk sesuai tren gobal dengan memanfaatkan kekayaan bahan-bahan di Indonesia, meski dia tidak menampik masih ada bahan yang harus diimpor.

“kita harap ke depan yang berkembang di Indonesia bukan Cuma dari skin care brand, tapi dari semua aspek industri, dari ketersediaan sampai manufaktur, jadi tidak usah impor.” jelasnya.

Direktur Jendral Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kementrian Perindustian Gati Wibawaningsih berharap industri farmasi dan obat tradisional, termasuk kosmetik, terus mendorong penggunaan bahan baku local. Sebab, Indonesia memiliki keunggulan komparatif dibandingkan dengan negara-negara penghasil produk jamu dan kosmetik berbahan alami lainnya seperti China, Malaysia maupun Thailand.

“Indonesia memiliki potensi tanaman obat yang banyak tumbuh di berbabagai wilayah dengan jumlah sekitar 30.000 spesies dari 40.000 spesies tanaman obat di dunia,” kata Gati.

Dia menyampaikan, sektor kosmetik tumbuh signifikan pada 2020, yang terlihat dari kinerja pertumbuhan industri kimia, farmasi, dan obat tradisional, di mana kosmetik termasuk di dalamnya, tumbuh 9,39 persen.
“Sektor tersebut berkontribusi 1,92 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB),” kata Gati.

Bahkan, di tengah tekanan dampak pandemi COVID-19, kelompok manufaktur tersebut mampu memberikan kontribusi signfikan terhadap devisa melalui capaian nilai ekspornya yang menembus 317 juta dollar AS atau Rp4,44 triliun pada semester I-2020, atau naik 15,2 persen disbanding periode yang sama tahun sebelumnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkini