Pulau Curiak, Tersembunyi dan Diminati Wisatawan Mancanegara

Terpopuler

Banyak orang yang mengetahui nama Pulau Curiak. Ya, pulau ini berada di kawasan delta Sungai Barito, Kecamatan Anjir Muara, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan.

Kini, pulau yang jarang disebut banyak orang mulai dikenal karena seiring berkembangnya waktu pulau ini makin diperbaiki dengan ditanamnya pohon rambai.

Bahkan Pulau Curiak dijadikan stasiun riset Bekantan oleh Yayasan Sahabat Bekantan Indonesia (SBI) pada Juni 2018 lalu.

“Disamping itu, prof Tim Roberts adalah juga pembimbing penelitian desertasi program doktoral saya,” ujar Founder SBI, Amalia Rezeki, mengutip antara.

Amalia menyebutkan, bahwa Roberts mendedikasikan ilmunya untuk membangun dan mendirikan stasiun riset Bekantan tersebut bersama Rektor Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Prof Dr Sutarto Hadi.

Diketahui, pulau ini awalnya kurang lebih 18 kilometer, dan hanya memiliki luas 2,7 hektare saja.

Bagi kamu yang ingin datang ke Pulau Cariak, kamu harus menempuh dengan dua cara, yakni bisa lewat jalur darat melalui trans Kalimantan menuju Jembatan Barito, dengan jarak tempuh 30 menit.

Kemudian melanjutkan perjalanan dengan menggunakan perahu motor selam 10 menit hingga sampai di Camp Research Tim Roberts.

Nah, untuk yang satu lagi, kamu bisa melalui perjalan lewat sungai dari kawasan Siring Taman Maskot Bekantan di Banjarmasin dengan jarak tempuh dengan kelotok sekitar satu jam.

Bahkan melalui jalur sungai ini, wisatawan bisa menikmati kearifan lokal masyarakat sekitar Sungai Martapura, Sungai Andai, Sungai Alalak, dan Sungai Barito dengan menghabiskan biaya sekitar Rp450 ribu hingga Rp600 ribu.

Namun jika ingin lebih praktis bisa mengikuti paket wisata dari Bekantan Ecotour yang dikelola oleh Kanoco Tour, sebuah perusahaan lokal penyelenggara wisata susur sungai.

“Cukup dengan mengeluarkan dana Rp250 ribu per orang, minimal 5 orang sudah dapat menikmati perjalanan yang mengasyikan dengan menggunakan speedboat yang terkesan mewah dengan juru pandu lokal yang akan menjelaskan tentang pesona Pulau Curiak yang dihuni oleh kawanan bekantan si monyet eksotik berhidung mancung yang juga merupakan maskot kebanggaan provinsi Kalimantan Selatan,” kata Hifni selaku Direktur Kanoco Tour penyelenggara Bekantan Ecotour.

Saat ini, sejumah wisatawan lokal, maupun mancanegara banyak yang mengunjungi Pulau Cariak. Selain melihat keindahan alamnya, juga beraneka ragam flora dan faunanya yang menjual destinasi wilayah ini.

Misalnya saja, jika musim migrasi burung, terdapat ratusan burung kuntul, burung dara laut dan berbagai jenis nurung lainnya.

Selain itu, anda juga bisa melihat kegiatan para nelayan air tawar, karena emang, masyarakat setempat encari nafkah di Sungai Barito.

Tunggu apalagi… jika ada uang tersisa di kantong, main yuk kesana, siapa tahu ada inspirasi baru atau kita mengetahui betapa luasnya dan indahnya maupun kayanya potensi wisata di Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkini