Vaksin AstraZeneca, Halal-Haram?

Terpopuler

Vaksin AstraZeneca dinyatakan halal oleh Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika (LPPOM) Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Vaksin AstraZeneca

Sebanyak 1,1 dosis Vaksin AstraZeneca telah didistribusikan ke 7 provinsi di Indonesia, dan seluruhnya akan digunakan untuk vaksinasi Covid-19 dosis pertama.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) sudah memberikan fatwa bahwa vaksin yang diproduksi AstraZeneca diperbolehkan. Sangat terbatasnya ketersediaan vaksin Corona halal menjadi pertimbangan boleh digunakan vaksin tersebut dalam keadaan darurat.

Namun ada kekhawatiran terkait persoalan halal-haram vaksin tersebut. Enzim tripsin babi yang terkandung dalam Vaksin Astrazeneca menjadi polemik di masyarakat.

AstraZeneca bantah Vaksinnya mengandung babi

Pihak AstraZeneca membantah vaksin Covid-19 yang mereka produksi mengandung unsur babi.

“Semua tahapan proses produksinya, vaksin vektor virus ini tidak menggunakan dan bersentuhan dengan produk turunan babi atau produk hewani lainnya,” tulis AstraZeneca.

Bahkan pihak AstraZeneca menyatakan, vaksin mereka sudah digunakan di sejumlah negara muslim seperti Arab Saudi hingga Kuwait.

“Vaksin ini telah disetujui di lebih dari 70 negara termasuk Arab Saudi, UEA, Kuwait, Bahrain, Oman, Mesir, Aljazair, dan Maroko dan banyak Dewan Islam di seluruh dunia telah menyatakan sikap bahwa vaksin diperbolehkan untuk para muslim,” tulis AstraZeneca.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkini